Mobil Wuling: Pesona dan Perkembangannya di Indonesia

Dunia otomotif dan teknologi di Indonesia sangat berkembang pesat. Terlebih Indonesia sebagai market place penjualan berbagai produk otomotif sangat menjanjikan keuntungan mengingat konsumen otomotif sangat banyak. Mulai dari merek produk otomotif dari Jepang, Amerika, Korea hingga Cina memiliki segmen pasarnya tersendiri. Salah satunya mobil wuling.

Bagi anda yang merencanakan untuk membeli mobil, ada baiknya untuk menyimak ulasan tentang mobil wuling yang dikenal berlogo lima berlian berbentuk huruf “W” itu. Siapa tahu anda tertarik dan menjadikannya masuk daftar pilihan anda.

Mobil Wuling dan Sejarahnya

Mobil wuling merupakan jenis mobil keluaran Cina milik brand kendaran Wuling Motors. Perusahaan motor tersebut berbasis di Liuzhou, Guangxi, Republik Rakyat Tiongkok. Mobil Wuling di Cina pertama kali launching pada tahun 2007. Sebelumnya pada tahun 2002 didahului kendaraan dengan merek SAIC-GM-Wuling.

Brand Wuling Motors beroperasi di bawah perusahaan Liuzhou Wuling Automobile Industry Co., Ltd., yang merupakan kepemilikan saham gabungan dari perusahaan Wuling Group dan Dragon Hill Holding Ltd. Perusahaan Wuling Motors hingga saat ini memproduksi kendaraan yang beragam, mulai dari mobil, bus, dan truk. Serta memproduksi sendiri mesin kendaraan, hingga suku cadangnya.

Mobil Wuling yang beredar sekarang merupakan turunan dari merek SAIC-GM-Wuling yang dirilis tahun 2002. Merek tersebut diproduksi oleh perusahaan SAIC Wuling Automobile Co., Ltd., yang merupakan kerjasama dari Perusahaan General Motors dan SAIC Motors.

Produk kendaraan milik Wuling Motors mulai diproduksi di Indonesia pada tahun 2015 dengan memperoleh izin pendirian pabrik yang berada di kawasan Deltamas, Kabupaten Bekasi. Kemudian merilis produk kendaraan pertamanya di Indonesia pada tahun 2017 dengan tipe mobil yang diberi nama Wuling Confero.

Wuling Confero merupakan mobil berjenis Multi Purpose vehicle (MPV) atau mobil multi fungsi sehingga selain dimanfaatkan untuk penumpang juga bisa digunakan untuk kargo. Setahun pasca rilisnya Wuling Confero, Wuling Motors Indonesia meluncurkan Wuling Cortez. Mobil tipe tersebut berjenis sama dengan pendahulunya, hanya saja lebih elegan tampilannya.

Pesona Mobil Wuling

Wuling sebagaimana brand yang berasal dari Cina dikenal di Indonesia merupakan produk dengan fasilitas mewah dengan harga murah tetapi mudah menyerah (rusak). Stereotip masyarakat Indonesia tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang untuk menawarkan dan menjual produk.

Namun nyatanya, keseriusan pengembang untuk memproduksi dan menjual mobil Wuling di Indonesia membuahkan hasil. Masyarakat Indonesia memberikan sambutan baik terhadap brand tersebut. Berkat kerja keras dan usaha promosi yang bagus, banyak dari masyarakat Indonesia yang sudah kenal brand ini.

Pada awal peluncurannya banyak yang tidak mau coba karena stereotip masyarakat yang sudah melekat kuat. Akhirnya sekarang banyak yang bersedia melakukan test drive hingga membeli produk ini. Terbukti dari angka penjualan di tahun pasca perilisan Wuling Cortez mencapai angka hingga 13.400 unit mobil.

Mobil Wuling yang beredar di pasaran Indonesia memiliki sekitar delapan tipe mobil. Ada tipe Almaz Exclusive, Cortez CT, Cortez 1.8, Cortez 1.5, Confero S ACT, Confero S, Formo Mini Bus, dan Formo Blind Van. Kesemuanya memiliki kekhasan serta kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda.

Pesona mobil Wuling memang tidak bisa diragukan lagi. Angka penjualan yang tinggi membuktikan bahwa brand tersebut serius menggarapnya. Dengan mendirikan pabrik perakitan dahulu untuk memperkuat pondasi, kemudian baru melakukan perilisan. Selain itu, pengembang juga melakukan partnership dengan dealer lokal sebanyak mungkin untuk layanan after sales.

Baca juga: 10 Mobil Offroad Paling Tangguh dan Tips Memilihnya

Lalu siapakah pangsa pasar mobil Wuling? Berdasarkan penjualan dua line-up Wuling, yaitu Wuling Confero dan Cortez, masing-masing memiliki karakter pembeli yang berbeda. Kesemuanya sangat bergantung pada harga yang dipatok disesuaikan dengan budget calon pembeli dan seberapa menggiurkan fasilitas yang akan diperoleh.

Line-up Wuling Confero yang harga tertingginya dipatok hingga Rp169 juta untuk keluaran lama (Confero S) dan Confero S ACT harga tertingginya hingga mencapai Rp210 juta. Pembeli Confero cenderung beragam. Ada yang pembeli mobil pertama mengingat harga yang ditawarkan murah, ada pula pembeli kesekian. Kedua jenis pembeli Wuling Confero cenderung seimbang.

Sedangkan untuk line-up Wuling Cortez memiliki tiga tipe yang kesemuanya dibandrol harga lebih dari Rp200 jt. Tipe Cortez 1.5 harganya mulai dari Rp208 juta, Cortez 1.8 dibandrol mulai dari Rp230 juta, sedangkan Cortez CT dihargai mulai dari Rp237 juta.

Harga line-up Cortez yang mahal menjadikan segmen pembelinya bukan pembeli mobil pertama, dengan kata lain pembelinya yang sudah punya mobil atau mobil kedua atau melakukan upgrade mobil sebelumnya. Namun ada juga pembeli tipe ini yang first buyer meski persentasenya sedikit. Jika dibandingkan dengan Confero, pembeli Cortez sangat sedikit, persentasenya sekitar 13 persen.

Faktor yang turut andil mempengaruhi segmen pembeli mobil Wuling terkait stereotip negatif produk buatan Cina. Sehingga konsumen memilih jalan aman dengan membeli mobil kesekian, selain lebih murah juga meminimalisir kekecewaan apabila fasilitas yang diterima tidak sesuai ekspektasi.

Perkembangan Wuling di Indonesia

Sambutan positif dari masyarakat Indonesia dibuktikan dengan banyaknya mobil wuling yang berlalu lalang di jalanan menunjukkan angka penjualan mobil yang tinggi serta antusias pasar yang tinggi pula. Hal tersebut menjadi saku untuk semakin melebarkan sayap bisnis Wuling di Indonesia. Terutama di bidang investasi.

Jika sebelumnya Wuling memproduksi dan menjual mobil berjenis MVP dengan bahan bakar bensin, mulai tahun 2019 dikembangkan mobil tipe medium SUV. Bahkan Wuling sedang gencar memamerkan produk mobil listrik mungil berteknologi tinggi yang diberi nama E100.

Wuling Motors Indonesia yang dipegang oleh SGMW Motor Indonesia oleh Kementerian Perindustrian ditetapkan sebagai pemegang estafet investasi sebagai pabrik untuk produksi MVP di Indonesia. Tak tanggung-tanggung gelontoran investasi yang diberikan hingga mencapai 700 juta dolar Amerika atau sekitar Rp9,34 triliun.

Saham utama kepemilikan PT. SGMW Motor Indonesia dipegang oleh SAIC yang merupakan perusahaan otomotif besar di Cina dan merupakan cikal bakal mobil Wuling dengan persentase kepemilikan sebesar 50,1 persen. Disusul kepemilikan saham 44 persen oleh General Motors China. Sisanya dimiliki oleh Guangxi Automobile Group (Wuling).

Baca juga: Mobil Kurang Nyaman Dikendarai? Saatnya Spooring Balancing

Gelontoran investasi yang sangat besar tersebut digunakan untuk membangun pabrik seluas 60 hektar yang berada di kawasan Grendland International Industrial Center (GIIC), Sukamahi, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. Separuh lahan digunakan untuk pabrik, separuh lainnya untuk keperluan Supplier Park.

Kapasitas produksi maksimal pabrik baru tersebut mencapai 150 ribu unit per tahun. Hal tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan di Indonesia, tetapi juga untuk kebutuhan ekspor pasar di Asia Tenggara mengingat lokasi pabrik yang didirikan di Indonesia merupakan lokasi yang strategis.

Produsen mobil Wuling di Indonesia menjanjikan terbukanya 3.000 lapangan pekerjaan. Pengembang Wuling Motors di Indonesia juga bekerjasama dengan 20 produsen komponen lokal. Pihak pengembang juga menjanjikan dibangunnya 50 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia. Strategi tersebut dilakukan untuk menepis stereotip buruk terkait produk keluaran Cina.

Ternyata berdasarkan penjelasan tersebut, perkembangan Wuling di Indonesia sangat bagus. Antusiasme masyarakat juga bagus. Bagi anda yang berencana membeli mobil, Wuling bisa anda masukkan dalam daftar pilihan.

Leave a Comment